Linux (Lagi) Setelah Sepuluh Tahun
Cerita tentang pengalaman menggunakan Linux Desktop setelah 10 tahun tidak pakai Linux
Halo Rek! Kali ini aku mau cerita tentang pengalaman menggunakan Linux Desktop untuk sehari-hari (coding, browsing, writing) setelah terakhir kali menggunakan Linux sebagai daily driver kurang lebih 10 tahun yang lalu. Dalam rentang waktu tersebut, sempet beberapa kali aku coba instal Linux di laptop untuk sekadar tau perkembangan Linux Desktop dan pengen mengobati rasa kangen.
Awal Mula Kepikiran Linux (Lagi)
Singkat cerita, kok bisa kepikiran mau pakai Linux lagi? Semua berawal dari WFC (Work From Cafe) Krian, kebetulan waktu itu ada temen jauh-jauh datang dari Surabaya ikutan WFC Krian ini.
Entah pas momen apa, tiba-tiba Adam tanya โSampean Develop Aplikasi Windows ta Kok Gawe Windows?โ atau dalam bahasa Indonesia โKamu Develop Aplikasi Windows kah kok pakai Windows?โ, terus aku jawab โEnggak, gawe ngajar arek-arek cek podo OS eโ dalam bahas Indonesianya โEnggak, buat ngajar anak-anak, biar OSnya sama.โ Kebetulan beberapa tahun terakhir aku mengajar bidang programming di program Digital Talent Program (DTP) di SMK Telkom Sidoarjo. Terus Adam jawab lagi โLapo? Cek arek-arek ae melok Linuxโ / โNgapain? Biar anak-anak aja yang ikut pakai Linux.โ
Setelah itu kepikiran dong buat nyoba lagi Linux di 2026 ini, tapi untuk kali ini rencananya mau pakai SSD sendiri untuk instal Linux. Langsung aja buka marketplace buat mencari-mencari SSD untuk diinstal Linux. Astagfirullah, harga SSD gila banget ternyata di 2026 ini, dampak permintaan yang tinggi efek dari AI. Tapi biarlah sudah kepalang pengen cobain Linux lagi dengan sistem dual SSD di mini PC akhirnya tetep aja beli SSDnya.
Menentukan Distribusi Yang Akan Digunakan
Awalnya, dari cerita Adam, aku pengen nyobain distribusi CachyOS yang berbasiskan โArch Linuxโ. Tapi sambil menunggu datangnya SSD, aku inget ada temen juga yang daily drivernya pakai Linux namanya Mas Ian Mustafa. Nah, karena sekarang lebih aktif di Thread, akhirnya aku DM Mas Ian buat tanya-tanya, ternyata Mas Ian pakai anaknya โArch Linuxโ juga tapi โEndeavourOSโ โ alasannya less bloated daripada CachyOS.
Akhirnya waktu SSD tiba, langsung saya download ISO dari EndeavourOS dan langsung instal dengan Desktop Environment (DE) menggunakan KDE. Woilaa, first impressionku seriusan emang kerasa enteng banget kalo dibanding Windows, berasa gegas.
Tapi perjalanan tak sampai di sini. Penyakit kalo udah main Linux, pengen coba distribusi lain atau istilahnya distro hopping. Nonton YT dulu cari konten-konten Linux, sampai akhirnya beberapa distribusi aku cobain aja tuh langsung fresh install terus haha sampai berulang: EndeavourOS, CachyOS, Fedora, PikaOS, Omarchy. Entahlah, untuk momen ini aku tidak berminat dengan Ubuntu dan keturunannya, karena dulu 10 tahun lalu hanya berkutat mayoritas dengan distribusi Ubuntu dan keturunannya.
Dari percobaan beberapa distribusi, ternyata ada 2 distribusi yang cocok dengan kebutuhan dan gayaku, dengan kriteria sebagai berikut:
- Out of the box support hardware (hampir semua)
- Stabil
- Gampang dikustomisasi (hampir semua)
- Pre-installed appsnya sesuai kebutuhan (Omarchy paling sesuai)
- Light mode-nya cakep tanpa susah kustomisasinya (dibahas di bagian Desktop Environment)
Pokoknya dari hasil distro hopping, aku paling srek dengan CachyOS & Fedora. Kenapa tuch? Kita bahas di bagian Desktop Environment yuk.
Desktop Environment
Untuk mayoritas percobaan yang dilakukan kebanyakan menggunakan KDE, tapi dengan kebanyakan nonton YT dan obrolan dengan Mas Ian lagi, aku mencoba menggunakan Niri + Noctalia (sudah ada dalam installer CachyOS). Ternyata nyaman banget dengan Niri pas udah menyatu dengan workflownya.
Tapi sebetulnya keinginan menggunakan Linux kembali muncul dari postingan X dari DHH yang bikin distribusi Linux dengan nama โOmarchyโ. Akhirnya aku coba juga distribusi yang satu ini di versi 3.7, lingkungan desktopnya menggunakan Hyprland, terus kurang paham barnya apa ya, namanya lupa. Untuk workflow dari Omarchy ini sebenarnya enak banget, tapi nggak tahu kenapa sistem scrolling tiling window punya Niri ini membekas banget.
Tapi dalam pencarian DE yang cocok dengan kebutuhan dan keinginan, nemu sebuah konten tentang PopOS! yang menonjolkan tentang DE-nya Cosmic. Karena PopOS! sendiri keturunan Ubuntu, aku mengurungkan niat dan mencari info tentang Cosmic DE. Ternyata belum genap setahun rilis stablenya, itupun juga masih banyak yang hujat di reddit, bilangnya masih berasa kalau Cosmic DE ini masih beta.
Tapi karena penasaran, akhirnya aku coba instal dengan Fedora Spin Cosmic. Ternyata! Ini DE yang enak banget, support tiling windows management dan desktop tradisional out of the box jadi kita bisa pindah gaya ini secara mudah dengan ikon pada panel atau shortcut Ctrl+Y. Kurang lebih seminggu coba dengan Fedora Cosmic, nemu bug yang menjengkelkan โ subwindownya sering ngilang lari ke belakang main window. Aku coba bertahan 1 hari, 2 hari, ternyata mengganggu banget.
Balik lagi ke Niri + Noctalia, udah deh nyaman lagi. Gak lama kemudian, liat lagi konten kalo Cosmic DE update versi 1.5 dengan banyak bug fix yang salah satunya tentang subwindow ini haha. Aku bagi lah itu SSD menjadi beberapa partisi untuk instal CachyOS Niri + Noctalia dan โFedora Cosmic Spinโ. Ternyata bug yang mengganggu sudah diperbaiki tuh, duh galau dong haha, keduanya sama enak.
Sebenarnya lebih condong ke Cosmic, tapi karena memang usianya yang masih muda masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Tapi untuk masa depan, yakin sih Cosmic DE ini bakalan keren banget dan aku pakai sebagai DE utama, apalagi kalau tampilannya bisa secakep Noctalia hihi.
Sementara ini, untuk distribusi utama menggunakan CachyOS + Niri + Noctalia v5 Beta, sumpah cakep banget ini Noctalia v5 Beta wkwk, apalagi light modenya juga cakep dan ga repot buat kustomisasi aneh-aneh.
Kompabilitas Aplikasi
Oh ya, ini bagian yang mungkin banyak jadi pertimbangan dari kawan-kawan yang mau menggunakan Linux. Untuk kebutuhanku, hampir di semua distribusi bisa dijalankan dengan baik. Berikut daftar aplikasi yang aku gunakan sehari-hari yang biasa dipakai di macOS atau Windows:
- Zed
- VSCode
- TablePlus
- OBS Studio
- Typora
- Ferdium (Whatsapp, Telegram) (Alternatif)
Kedepannya
Untuk kedepannya sudah makin jelas sih pilihan distribusi yang akan digunakan. Kalau selama percobaan ini (tunggu Cosmic DE minimal V2 dan Noctalia v5 stable) CachyOS gak rewel setelah update-updatenya, kemungkinan besar pakai CachyOS dengan 2 DE: Cosmic & Niri + Noctalia. Tapi kalo ada hal yang mengganggu dan menjengkelkan, mungkin akan memilih hidup lebih tenang tapi tetep up to date dengan distribusi Fedora dengan siklus rilis besar 6 bulan sekali dibanding rolling release ala distribusi berbasis โArch Linuxโ.